Rabu, 19 November 2014

kumpulan Puisi



MERINDU
Langit biru yang tenang kini menjadi gelap,
Kelam menampakkan kesedihan,
Tetes hujan yg turun membasahi pemakaman,
Langit pun sedih di tinggalkan,
Tak ada canda tawa, gembira,
Hanya ada kesedihan yang melanda,
Baru kemarin ia tertawa padaku,
Kini telah tiada jiwanya di hadap ku,
Raganya pun hilang di telan bumi,
Akankah ku bisa bertemu,
Untuk yang kedua kalinya,
Sahabatku,, aku rindu akan hadir mu.
***

SEBUAH PILIHAN
Tak ada jalan....
Yang tak bisa kau tempuh,
Walau ke utuhan keluarga,
Tak ada lagi di hidupmu.
Hidupmu adalah sebuah pilihan
Ingin terbang tinggikah
Atau menghilang di balik sangkar
Seperti burung kecil yang ketakutan
Majulah selangkah demi selangkah
Walau tak ada lagi yang menopang
Bangkitlah bila kau terjatuh
Karena takkan ada yang mengangkatmu
Katakan tegar pada hatimu
Karena hati yang lemah
Takkan bisa membawamu melangkah
Menuju masa depan yang cerah.
***
Sebuah penyesalan

Tetes demi tetes mengalir,,
Dari pipi mu yang lembut itu,
Tak kuasa ku melihatmu,
Ingin ku membuatmu tersenyum,
Bahagia seperti dahulu,
Sahabatku ada apa denganmu,
Janganlah engkau terus bersedih,
Aku tak tau harus berbuat apa,
Ingin ku terbang,
Melesat jauh ke tempatmu,
Dan menghibur hatimu,
Tapi apadaya diriku,
Hanya bisa bermimpi di sini,
Melihat kau menangis dan terpuruk,
Begitu sedih batinku,
Aku kecewa atas diriku,
Sebagai seorang sahabat,
Yang tak bisa di andalkan,
Karena membiarkan kau menangis.
***

Benci? Cinta?
Pertama kali kami bertemu,
Tak ada sedikitpun perasaan gembira,
Hanya amarah dan ketidak nyamanan,
Yang kami rasa,
Di antara kami selalu tersulut api,
Api yang membuat panas suasana,
Serasa tak bisa terpadamkan,
Ketika itu kami bertemu,
Tapi tak ada pertengkaran,
Hanya perasaan grogi dan malu,
Tak terasa telah bersemayam,
Benih-benih cinta di hati,
Kami jalani hari dengan tenang,
Tetapi saat ingin mengatakan cinta,
Ada perasaan ragu yang menyelimuti,
Masih ada rasa benci di hati,
Yang terus meronta- ronta tak menerima kenyataan,
Bahwa ku telah mencintainya......
***












INILAH KITA
Seribu kata tak terucap,
Seribu rasa tak terasa,
Sayang seribu sayang menghilang,
Inilah kita,hidup indah yang telah tiada,
Inilah kita yang telah tertelan dunia milik mereka,
Kini kita tak punya kebahagiaan yang hangat.
Tak ada rasa keluarga yang bersemayam,
Begitu rapuh perasaan ini,
Kini telah membeku dan akan semakin membeku,
Menanti api hangat yang dapat melelehkan hati yang dingin....
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar