MERINDU
Langit
biru yang tenang kini menjadi gelap,
Kelam
menampakkan kesedihan,
Tetes
hujan yg turun membasahi pemakaman,
Langit pun
sedih di tinggalkan,
Tak ada
canda tawa, gembira,
Hanya
ada kesedihan yang melanda,
Baru
kemarin ia tertawa padaku,
Kini
telah tiada jiwanya di hadap ku,
Raganya
pun hilang di telan bumi,
Akankah ku
bisa bertemu,
Untuk
yang kedua kalinya,
Sahabatku,,
aku rindu akan hadir mu.
***
SEBUAH
PILIHAN
Tak ada
jalan....
Yang tak
bisa kau tempuh,
Walau ke
utuhan keluarga,
Tak ada
lagi di hidupmu.
Hidupmu
adalah sebuah pilihan
Ingin
terbang tinggikah
Atau
menghilang di balik sangkar
Seperti
burung kecil yang ketakutan
Majulah
selangkah demi selangkah
Walau
tak ada lagi yang menopang
Bangkitlah
bila kau terjatuh
Karena
takkan ada yang mengangkatmu
Katakan
tegar pada hatimu
Karena
hati yang lemah
Takkan
bisa membawamu melangkah
Menuju
masa depan yang cerah.
***
Sebuah penyesalan
Sebuah penyesalan
Tetes
demi tetes mengalir,,
Dari
pipi mu yang lembut itu,
Tak
kuasa ku melihatmu,
Ingin ku
membuatmu tersenyum,
Bahagia
seperti dahulu,
Sahabatku
ada apa denganmu,
Janganlah
engkau terus bersedih,
Aku tak
tau harus berbuat apa,
Ingin ku
terbang,
Melesat
jauh ke tempatmu,
Dan
menghibur hatimu,
Tapi
apadaya diriku,
Hanya
bisa bermimpi di sini,
Melihat
kau menangis dan terpuruk,
Begitu
sedih batinku,
Aku
kecewa atas diriku,
Sebagai
seorang sahabat,
Yang tak bisa di andalkan,
Karena
membiarkan kau menangis.
***
Benci? Cinta?
Pertama
kali kami bertemu,
Tak ada
sedikitpun perasaan gembira,
Hanya
amarah dan ketidak nyamanan,
Yang
kami rasa,
Di
antara kami selalu tersulut api,
Api yang
membuat panas suasana,
Serasa
tak bisa terpadamkan,
Ketika
itu kami bertemu,
Tapi tak
ada pertengkaran,
Hanya
perasaan grogi dan malu,
Tak
terasa telah bersemayam,
Benih-benih
cinta di hati,
Kami
jalani hari dengan tenang,
Tetapi saat
ingin mengatakan cinta,
Ada
perasaan ragu yang menyelimuti,
Masih
ada rasa benci di hati,
Yang terus
meronta- ronta tak menerima kenyataan,
Bahwa ku
telah mencintainya......
***
INILAH
KITA
Seribu
kata tak terucap,
Seribu
rasa tak terasa,
Sayang
seribu sayang menghilang,
Inilah
kita,hidup indah yang telah tiada,
Inilah
kita yang telah tertelan dunia milik mereka,
Kini
kita tak punya kebahagiaan yang hangat.
Tak ada
rasa keluarga yang bersemayam,
Begitu
rapuh perasaan ini,
Kini
telah membeku dan akan semakin membeku,
Menanti
api hangat yang dapat melelehkan hati yang dingin....
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar